Sunday, September 30, 2012

33 Scholastic - My Friends My Dear My Family muaah :*

Kalian tahu seberapa banyak anak - anak dari sekolah lain diluar sekolah kalian yang biilang bahwa sekolah mereka adalah sekolah terkompak? Banyak tentunya, ga cuma saya dari SMANSA Depok atau teman- teman lainnya. Tapi, sebenernya bukan hanya sebuah kata kekompakkan yang bisa menggambarkan semuanya. Kekeluargaan adalah yang nomor satu. Bagaimana kita menganggap teman kita itu gak cuma sekadar teman yang enak diajak sharing ataupun ketawa ketiwi tapi lebih dari itu. Dan menurut saya itu adalah salah satu hal yang cukup sulit diterapkan bagi setiap sekolah yang mengatasnamakan kekompakkan.

Salah satu hal yang mendasari saya mengangkat tema tentang teman dan kekompakkan dalam postingan kali ini adalah karena beberapa kisah mengharukan *lebay* dari teman seangkatan saya dan sebuah tweet dari teman kuliah saya yang baru. 

Sebuah kisah yang mengharukan datang dari teman saya ketika SMA ( sebenernya saya udah satu sekolah sama dia sejak SMP ) yang masuk akademi kepolisian. Dulu, ia dikenal sebagai orang yang humoris, ngelawak dimana - mana, dan sampai sekarang pun saya masih ingat bagaimana dia ngelawak waktu di kelas. Akan tetapi, kenyataannya sekarang berbeda, dia berubah, kalaupun ketawa ketawanya kaku dan sulit rasanya untuk ngelawak lagi. Ada beberapa temen yang emang deket banget sama dia waktu SMA berusaha mancing supaya dia mengeluarkan lawakkannya lagi , walaupun rada sulit tapi akhirnya lawakkan itu keluar dengan diiringi tawa haru dari kita. Ngerti maksudnya kan? ketawa sambil ngeluarin air mata, sebagai catatan ketawanya gak lebay yah!. Sebegitu cepatnya dia berubah. Ya, Kami disini paham dia harus beradaptasi dengan akademi kepolisian, tempat dimana ia akan menuntut ilmu dan Insya Allah menjadi polisi hebat suatu hari nanti, aaaamiiin :))

Disitu Kami paham, semua berproses dan lepas dari kepribadian yang sebelumnya memang bukan hal yang mudah. Kami terus memberikan semangat, walaupun hanya sekadar kata - kata retweetan di twitter, tapi setidaknya itulah salah satu bukti kepedulian kami terhadap keluarga kami. Saat ia senang, susah, kami akan selalu ada untuknya walaupun kami bukan Allah yang selalu siap menemaninya disetiap saat, yang selalu siap jika hambaNya meminta bantuan dan pertolonganNya kapanpun dimanapun. 

We Love You! Always remember Allah my friend! :) #SmileforFAP. 

No comments: