FISIP - kampus dimana saya hingga detik ini memulai menuntut ilmu dan memulai memasuki dunia perkuliahan. FISIP memang bukan pilihan utama saya untuk melanjutkan studi di PTN tapi kenyatannya sekarang FISIP sudah mulai masuk ke hati saya dan spertinya akan sulit untuk dilupakan. Saya gak akan membayangkan jika tahun depan saya tidak di FISIP lagi tapi di fakultas sebelah, hal yang sudah mulai terbangun sekarang ini akan dengan mudah saya hancurkan. Hal yang mulai saya bangun disini adalah pertemanan,persaudaraan,kekeluargaan, dan segala macam bentuk kontribusi untuk jurusan Ilmu Politik dan FISIP.
FISIP membuat mata saya terbuka dengan berbagai macam pluralisme disana. Mungkin pada awalnya saya mengira anak - anak FISIP mayoritas hedon dan banyak anggapan negatif lainnya. Tapi, setelah hampir empat minggu saya kuliah saya menemukan berbagai macam hal yang membuat pikiran saya lebih terbuka lagi dan menatap kenyataan yang ada disana.
Ada beberapa hal yang membuat saya belajar lebih jauh lagi,
Pertama , jangan pernah menjudge kereligiusan seseorang dari penampilannya. Banyak teman saya yang terlihat begajulan, gaul banget gitu lah pokoknya tapi masih inget sholat yaa walaupun emang ga tepat waktu juga tapi seenggaknya mereka sadar akan kebutuhan mereka untuk ketemu sama Allah.
Kedua , jangan ngeliat temen kita dari tampang dan sifatnya. Kebetulan saya punya teman yang perawakannya bisa dibilang 'sangar' dan sifatnya sangat selengean, yaa dia bisa ngebuat kita ( kebetulan ini teman saya di kelas MPKT-A) 'tersenyum' saat pelajaran MPKT-A. Ternyata dibalik kesangaran dan keselengean dia, dia adalah seseorang yang bisa saya bilang sangat care terutama terhadap kehidupan masa depannya, dan orang2 yang dia sayangi. Iseng - iseng saya baca blognya dan isinya luar biasa amazing menurut saya dalam taraf blog seorang remaja cowok yaaa. Isinya bukan cuma candaan, atau cerita gak jelas tapi disana dia sangat mengekspresikan dirinya terutama untuk mengungkapkan rasa sayang dan perhatiannya itu. Dan, dari situ saya sangat belajar dari dia terutama mengenai "keikhlasan mencintai" dan "keteguhan berprinsip".
Mungkin jika kalian lihat seperti apa sosok dia dikehidupan kampus, kalian gak akan percaya bahwa ternyata insidenya dia sangat berbeda dengan tampilan luarnya. Dan jujur, saya merasa sangat respect dengannya.
Saya hanya bisa bilang , "You're my new inspirator"
Ya, itu hanya sedikit cerita tentang pluralisme di FISIP jangan melihat dan memandang sesuatu secara commonsense tapi coba melihat semua itu secara beyond commonsense :))
No comments:
Post a Comment