oleh : Amalita Frantrini Natalia W ( Ilmu Politik 2012 )
Sebenernya saya udah ngomongin ini di twitter, tweetnya pun udah ada di chirpstory ( http://chirpstory.com/li/35244 ) tapi yaudah ini saya buat versi yang lebih lengkap dan lebih membara lagi buat ngejelasinnya. hehe..
Oke, jadi awalnya itu saya ikut seminar "Islamophobia in Europe" hari Senin, 26 November 2012 di Audit Gd.Komunikasi FISIP UI. Seminar ini diselenggarakan atas kerjasama antara Yayasan Pribadi ( Sekolah Turki) dan FISIP UI. Pembicaranya pun gak tanggung - tanggung langsung di import dari Turki. Prof. Ihsan Yilmaz dari Fatih University Turkey dan otomatis bahasa pengantarnya English. Ya,sebenernya antara ngerti gak ngerti sih tapi saya menggarisbawahi kalimat yang memang sepertinya menjadi kunci utama untuk mengatasi Islamophobia dimanapun di seluruh penjuru dunia ini.
Islamophobia adalah salah satu istilah yang muncul pada dekade 1980-an, namun kian santer sejak peristiwa 11 September silam. Ya, dari situlah seolah - olah Islam, terutama di negara barat dianggap sebagai sesuatu yang harus dihapuskan demi terlaksananya tujuan mereka. Islamophobia tidak terlepas dari sejarah masa lampau, dimana para pemuda Islam zaman tersebut berhasil menaklukan Konstantinopel.
Ada banyak bentuk Islamophobia yang terjadi di Eropa, diantaranya;
1. Pelarangan pemakaian burka ( cadar penutup muka ) bagi muslimah di Perancis
2. Diskriminasi terhadap pelaksanaan ibadah umat Muslim ( termasuk pendirian tempat ibadah umat Muslim, dsb.)
3. Pemeriksaan ekstra ketat di setiap imigrasi transportasi darat, laut, terhadap mereka yang bergama Islam dan dari mayoritas negara yang mempunyai penduduk muslim. (1)
Islamophobia dapat ditimbulkan dari media massa, dengan pemberitaan manipulatif dan destruktif mengenai Islam. Inilah hal yang menyebabkan citra Islam memburuk dimata dunia. CNN, BBC, Fox News dan berbagai macam media massa barat dengan bebas memberitakan mengenai keburukan serta memfitnah Islam.
Lalu, cara yang paling efektif gimana nih buat menghalau Islamophobia ? Salah satu cara yang efektif adalah melalui komunikasi. Pendekatan secara personal, tanpa diembel-embeli media massa supaya pesan yang tersampaikan bisa murni dan jelas. Gak ada yang ditambahin atau dikurangi sedikit pun. Komunikasi itu kan beragam jenisnya tapi yang lebih optimal ada face to face, ngobrol, tanya - tanya dan ngasih penjelasan yang sebenernya.
Jadi, contoh realnya gini misalnya : Kita tinggal di Eropa terus kita punya tetangga non muslim. Kanan Kiri depan belakang, tetangga kita itu non muslim dan menganggap kita yang 'terkurung' dalam masyarakat itu adalah seorang teroris, jahat dan berbagai anggapan kolot masyarakat Eropa mengenai Islam. Kita tentu sebagai seorang muslim tentunya merasa gak nyaman kan dengan sikap orang - orang tersebut? Cara yang bisa gunakan untuk bilang "Moslems are not like what you think" adalah dengan berinteraksi dengan mereka. Coba undang mereka untuk makan malam bersama, ngobrol dengan suasana santai dan kekeluargaan, jangan nyoba jelasin dengan berbagai macam dalil - dalil yang mereka belum paham. Jangan asal tembak menjudge mereka gak tau yang sebenernya. Coba dikomunikasikan dan ajak mereka untuk membuka segala unek-unek mereka, pandangan mereka yang sebenernya tentang Islam. Dari situ nanti bisa dikasi tauin bagaimana sih Islam yang sebenernya? juga dibarengin sama tindakan kita yang mendukung pernyataan kita mengenai Islam itu.
Kita sebagai makhluk sosial butuh yang namanya komunikasi. Dunia ini gak akan jalan tanpa adanya komunikasi. Tapi ada kalanya dalam komunikasi ini terbumbui oleh yang namanya menipulator dan berbagai macam oknum yang menyesatkan, yaa terutama di kalangan media massa. Komunikasi langsung itu lah yang paling efektif. Luangkan waktu untuk mengobrol dengan saudara kita yang masih butuh pemahaman lebih mengenai Islam dan jadikan ini sebagai satu ladang dakwah yang cukup besar. Memang, tidak ada paksaan untuk memeluk Islam, dan disini intinya kita hanya mensyiarkan bagaimana dunia Islam yang sesungguhnya. Masalah menambah kekuatan ( bermunculannya para Mualaf ) itu soal lain lagi itu rencana Allah yang menyanyangi hambaNya untuk dipilih mendapatkan hidayah dari Nya.
Kembali lagi ke masalah Islamophobia. Jadi, waktu seminar itu Prof. Yilmaz gak sendiri ada beberapa temanya yang orang Turki juga turut hadir. Salah satunya (saya lupa namanya ) salah satu Professor yang sekarang menjadi guru besar di UIN Syarif Hidayatullah. Beliau membagi pengalamannya terkait masalah komunikasi yang dibutuhkan untuk mengubah pandangan masyarakat Barat mengenai Islam, pengalaman Beliau ini juga terkait dengan pertanyaan salah satu peserta seminar yang menanyakan 'bagaimana masyarakat Turki menjelaskan kepada masyarakat Barat yang datang ke Turki bahwa sebenarnya Islam itu Indah, dan Islam itu bukan teroris?'. Jawaban sang Professor yang membagi pengalamannya seperti ini :
" Saya pernah tinggal 9 tahun di AS untuk kuliah. Awalnya orang - orang AS menganggap saya sebagai seorang muslim dalam media. CNN, BBC, ya seperti apa yang mereka katakan, bukan yang sebenarnya ada pada dunia nyata. Suatu hari mereka ingin pergi ke Turki, untuk sekadar jalan - jalan dan mengetahui kehidupan Turki. Dan akhirnya kami pun berangkat ke Turki. Kalian tahu apa yang terjadi setelah mereka kembali dari Turki? Mereka bilang dengan lantang, 'Moslem in Turkey're very generous.' tidak terbatas hanya anak-anak tapi semua kalangan. ga ada yang namanya teroris, kekejaman, dan sebagainya seperti yang ada dalam pemberitaan media massa. Lalu kalian tahu apa yang Beliau katakan pada teman-temannya dari AS tersebut? 'Yeah, that's Islam. Our religion, our believe. Not Turkey's culture teach us but our religion actually.' Apa yang kita butuh sebenarnya hanya kesabaran untuk mengantarkan mereka pada kenyataan yang sebenarnya terjadi, segalanya butuh proses. "
Jangan takut untuk mengatakan keindahan Islam yang sebenarnya. Kalau pun dalam masa itu kau menghadapNya insya Allah Syahid ditangan :)
Dan terakhir, ada sebuah Quote dari Buddha yang sangat mencerminkan bagaimana seharusnya sikap masyarakat Barat meng-improve pengetahuannya mengenai Islam.Jangan hanya termakan dalam kebohongan dan konspirasi mass media,
"Don't believe in anything simply because you have heard it. Don't believe anything simply because it is spoken and rumored by many. Don't believe anything simply because it is found written in your religious book. Don't believe anything merely on the authority of your teachers and elders. Do not believe in traditions because they have been handed down for many generations. But after observation and analysis , when you find that anything agress with reason and is conducive to the good and benefit of one and all , then accept it and live up to it "
Reference:
(1) http://nederindo.com/latar-belakang-munculnya-islamophobia-di-kalangan-masyarakat-eropa.html
*disini saya menggunakan reference karena dari seminar kemarin ada beberapa hal yang kurang saya serap penjelasannya dari narasumber tapi saya tambahkan untuk memperkuat argumentasi tulisan ini*
No comments:
Post a Comment