Tuesday, July 23, 2013

Sajak Sapardi


12 Juli 2013
Aku mencintaimu..


“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
-Sapardi Djoko Damono-

Cinta itu tak terbatas pada siapa pun,kau sendiri yang mengatakannya. Tapi mengapa kau cemburu dan sakit hati melihat mereka berdua ? itu wajar. Kau yang tak memahaminya. Cinta itu tidak hanya sebatas pada kau dan kekasihmu, paham kan ? Ya, jangan berpikiran jika cinta itu hanya datang pada sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta. Ayoolah, berpikir yang jernih. Ia bukan milikmu untuk saat ini, jangan kekang ia dalam sarang semu mu yang bahkan ia sendiri tak mengetahuinya kau punya sarang itu. Perhatikan saja, setiap manusia punya cerita dalam setiap perjalanannya. Anggap saja itu hanya sebuah cerita menyakitkan untuk mu walau tidak untuk mereka. Pahamilah semuanya, jangan bersikap seperti anak kecil.

Mungkin ia juga akan berpikiran sama sepertimu jika ia melihat mu dengan orang lain seperti itu. Tidak ada yang tahu jeritan hati manusia kecuali si empunya hati dan Tuhan. Ia tak mungkin akan mengatakannya secara jujur padamu apa yang ia rasakan karena kau dan dia bukan siapa-siapa. Tidak lebih dari sekadar leader dan pengikutnya. Itu saja. Kau tak pernah lagi banyak cerita ke dia. Hal-hal tidak penting yang pernah kau ceritakan padanya, yang mungkin dapat mengikat kalian, tidak pernah lagi terlontar dari mulutmu, tidak pernah lagi muncul dalam peti masuk pesannya. Tidak pernah. Ingat itu! Dan pesan yang pernah muncul itu, jika kau mengingat sikapmu sekarang ini, mungkin sudah terbakar api cemburu yang merugikan kalian. Ya, ia juga merugi jika ku pikir. Dan semoga aku tidak salah akan hal itu.

Jangan sesak-kan dadamu dengan hal yang baru saja kau lihat. Sepertinya kau harus mengingat pesannya untuk terbiasa akan satu hal. Idealismu masih tinggi, atau boleh kubilang kepolosanmu masih seperti anak kecil yang bertanya pada ayahnya mengapa satu tambah satu hasilnya dua ? mengapa harus dua ? mengapa tidak lebih dan tidak kurang ?. Ya, seperti itulah engkau. Mengapa harus berdua ? Mengapa harus dia dan dia ?. Kau ingin diajak ? Bicaralah !! Jangan menyimpan kekesalanmu sendiri. Aku yakin jantungmu akan berhenti jika kau terus menerus menumpuk kekesalanmu itu.

Oke, jika dapat ku simpulkan, kau memang telah jatuh cinta padanya, heeem.. mungkin bahasa halusnya, kecenderungan itu mulai mengarah padanya. Walaupun baru mulai, tapi ku rasa kau sudah hanyut dalam permainan itu yang akan kau mulai lagi. Itu bagus menurutku, kau memang harus menutup lembaran lama yang telah usang itu. Menutup segala ketidakpastian yang memang sudah kau ketahui sendiri. Mungkin dengan yang satu ini semua akan jelas. Semua akan terlihat jalan sebenarnya untuk kedepan. Ini masih mungkin, dan mungkin saja ia bukan orang terakhir untukmu, kau masih harus mencari orang lain yang benar-benar tepat. Tapii, sudahlah nikmati saja pena yang menggoreskan catatan perjalanan mu dilembaran kosong, lembaran baru yang kau buka untuk menerimanya tertulis dalam buku hidupmu. Tenang saja, ini belum permanen. Kalau kau tak menyukainya nanti, hentikan saja ceritamu itu dilembaran mana pun yang kau suka. Tutup lagi. Kemudian, buka lagi yang baru. Ya, lakukan itu sampai kau benar-benar yakin dan menemukan orang yang tepat untuk membantumu menggoreskan pena itu bersama-sama.
***
Mulutmu masih terkunci untuk mengatakan yang sejujurnya, atau hati mu yang masih keras menerima kenyataan bahwa kau akan menyambut seseorang yang baru muncul dalam kehidupan mu dan mewarnai hati mu?
Sudahlaah..

Lembutkanlah hatimu dulu. Jika kau memang benar-benar yakin, berdoalah pada Nya. Pada pemilik alam semesta ini, pada pemilik cinta yang kau rasakan, pada pencipta orang yang sedang akan mulai mengisi lembaran kosong itu.

Berdoalah..

Ku yakin, kata-kata yang tak mungkin akan terucap dari mulutmu itu, akan lebih bermakna jika kau mengikatnya dalam doa mu.
Titipkan doamu pada malaikat yang menaungi langit
Titipkan keberkahan doamu dalam hujan yang membasahi bumi..

Entah apa yang akan terjadi kemudian, yang jelas kau sudah mendoakannya, biar Tuhan saja yang membantunya melanjutkan cerita antara kau dan dia. Kau hanya perlu berdoa, dan Tuhan akan memberimu yang terbaik.


Tersenyumlah..

No comments: