12 Juli 2013
Aku
mencintaimu..
“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
-Sapardi Djoko Damono-
Cinta itu tak terbatas pada siapa pun,kau sendiri yang
mengatakannya. Tapi mengapa kau cemburu dan sakit hati melihat mereka berdua ?
itu wajar. Kau yang tak memahaminya. Cinta itu tidak hanya sebatas pada kau dan
kekasihmu, paham kan ? Ya, jangan berpikiran jika cinta itu hanya datang pada
sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta. Ayoolah, berpikir yang jernih. Ia
bukan milikmu untuk saat ini, jangan kekang ia dalam sarang semu mu yang bahkan
ia sendiri tak mengetahuinya kau punya sarang itu. Perhatikan saja, setiap
manusia punya cerita dalam setiap perjalanannya. Anggap saja itu hanya sebuah
cerita menyakitkan untuk mu walau tidak untuk mereka. Pahamilah semuanya,
jangan bersikap seperti anak kecil.
Mungkin ia juga akan berpikiran sama sepertimu jika ia melihat
mu dengan orang lain seperti itu. Tidak ada yang tahu jeritan hati manusia
kecuali si empunya hati dan Tuhan. Ia tak mungkin akan mengatakannya secara
jujur padamu apa yang ia rasakan karena kau dan dia bukan siapa-siapa. Tidak
lebih dari sekadar leader dan pengikutnya. Itu saja. Kau tak pernah lagi banyak
cerita ke dia. Hal-hal tidak penting yang pernah kau ceritakan padanya, yang
mungkin dapat mengikat kalian, tidak pernah lagi terlontar dari mulutmu, tidak
pernah lagi muncul dalam peti masuk pesannya. Tidak pernah. Ingat itu! Dan
pesan yang pernah muncul itu, jika kau mengingat sikapmu sekarang ini, mungkin
sudah terbakar api cemburu yang merugikan kalian. Ya, ia juga merugi jika ku
pikir. Dan semoga aku tidak salah akan hal itu.
Jangan sesak-kan dadamu dengan hal yang baru saja kau lihat.
Sepertinya kau harus mengingat pesannya untuk terbiasa akan satu hal. Idealismu
masih tinggi, atau boleh kubilang kepolosanmu masih seperti anak kecil yang
bertanya pada ayahnya mengapa satu tambah satu hasilnya dua ? mengapa harus dua
? mengapa tidak lebih dan tidak kurang ?. Ya, seperti itulah engkau. Mengapa
harus berdua ? Mengapa harus dia dan dia ?. Kau ingin diajak ? Bicaralah !!
Jangan menyimpan kekesalanmu sendiri. Aku yakin jantungmu akan berhenti jika kau
terus menerus menumpuk kekesalanmu itu.
Oke, jika dapat ku simpulkan, kau memang telah jatuh cinta
padanya, heeem.. mungkin bahasa halusnya, kecenderungan itu mulai mengarah
padanya. Walaupun baru mulai, tapi ku rasa kau sudah hanyut dalam permainan itu
yang akan kau mulai lagi. Itu bagus menurutku, kau memang harus menutup
lembaran lama yang telah usang itu. Menutup segala ketidakpastian yang memang
sudah kau ketahui sendiri. Mungkin dengan yang satu ini semua akan jelas. Semua
akan terlihat jalan sebenarnya untuk kedepan. Ini masih mungkin, dan mungkin
saja ia bukan orang terakhir untukmu, kau masih harus mencari orang lain yang
benar-benar tepat. Tapii, sudahlah nikmati saja pena yang menggoreskan catatan
perjalanan mu dilembaran kosong, lembaran baru yang kau buka untuk menerimanya
tertulis dalam buku hidupmu. Tenang saja, ini belum permanen. Kalau kau tak
menyukainya nanti, hentikan saja ceritamu itu dilembaran mana pun yang kau
suka. Tutup lagi. Kemudian, buka lagi yang baru. Ya, lakukan itu sampai kau
benar-benar yakin dan menemukan orang yang tepat untuk membantumu menggoreskan
pena itu bersama-sama.
***
Mulutmu masih terkunci untuk mengatakan yang sejujurnya, atau
hati mu yang masih keras menerima kenyataan bahwa kau akan menyambut seseorang
yang baru muncul dalam kehidupan mu dan mewarnai hati mu?
Sudahlaah..
Lembutkanlah hatimu dulu. Jika kau memang benar-benar yakin,
berdoalah pada Nya. Pada pemilik alam semesta ini, pada pemilik cinta yang kau
rasakan, pada pencipta orang yang sedang akan mulai mengisi lembaran kosong
itu.
Berdoalah..
Ku yakin, kata-kata yang tak mungkin akan terucap dari
mulutmu itu, akan lebih bermakna jika kau mengikatnya dalam doa mu.
Titipkan doamu pada malaikat yang menaungi langit
Titipkan keberkahan doamu dalam hujan yang membasahi bumi..
Entah apa yang akan terjadi kemudian, yang jelas kau sudah
mendoakannya, biar Tuhan saja yang membantunya melanjutkan cerita antara kau
dan dia. Kau hanya perlu berdoa, dan Tuhan akan memberimu yang terbaik.
Tersenyumlah..
No comments:
Post a Comment