-Yang
terabadikan-
Acara
itu hampir selesai. Ya, di penghujung acara. Zahra masih sibuk mencari dan
menariki anak-anak sepuluh enam – kelasku dulu – Exclusive panggilan kerennya - untuk foto bersama malam itu. Ia
memanggil Syarief,
‘Syarief, ayo foto exclusive dulu
! ’ Panggil Zahra dengan ciri khas nona juteknya
itu.
Syarief
menoleh, agak bingung sepertinya, kemudian nyeletuk dengan cuek, tak peduli
berapa pasang mata yang memperhatikannya dari jauh – yang berharap supaya
kakinya cepat melangkah ke tempat kami berdiri ‘Lah, sepuluh enam masih ada ? Hahahaha.’
Aku
tersenyum miris. Hampir tertawa terbahak-bahak sepertinya tapi ku tahan. Benar
juga sih sebenarnya apa yang Syarief bilang, tapi akankah itu terlupakan begitu
saja ? Tidak! Aku tidak mau!.
Mungkin
Exclusive sudah agak terlupakan oleh
beberapa orang, tapi tak mau kah kalian mengingat memori untuk malam ini saja
paling tidak – saat kita berkumpul kembali setelah sekian lama melupakan sejuta
cerita ‘menyebalkan’ di sebuah kelas yang dimana kita dipererat untuk pertama
kalinya ? .
***
-kumpulan percakapan 3 Agustus yang tak
mungkin dilupakan begitu saja-
Selamat mencari kesenangan dengan memori yang
terbangkitkan
For All 33 Scholastic, special for Exclusive.
No comments:
Post a Comment