Ia
mengetuk hati, bergetar rasanya
Air
mata ini hampir saja menetes
Aku
tak tahu siapa yang menyapaku tapi kurasa Ia sedang berbicara padaku malam
itu..
Bukan
sebuah kata yang terlontar melainkan sebuah ketukan hati..
Seorang Alizeti
Sosok itu
menari-nari lagi di pikiranku.
Terbayang
gayanya memakai jilbab yang unik, gerak-geriknya ketika ia kelimpungan akan
sesuatu, pikirannya yang tak dapat ditebak, cara ia berbicara dan menyanggah,
ketika ia memanggil nama ku dengan gaya khas kakak yang sangat cinta pada
adiknya – yang selalu membawa keceriaan di setiap pertemuan kita – tentunya
hanya ia seorang yang memilikinya..
Ia..
Sosok yang
membangkitan aku dan tulisan-tulisanku dari mati nya. Jika ia tak ada,maka tak
ada pula tulisan ini didepanmu..
Alizeti..
Ia memberiku
kejutan melalui seorang Alizeti. Sosok yang Ia izinkan untuk ku kenal, salah
satu orang yang tak pernah ada dalam rencana hidupku sampai saat Ia berkata ‘Kejutaaan!’
-Untuk seorang Alizeti dimana pun berada, ‘Aku menyayangimu karena
Allah..’-
*
bersambung..
No comments:
Post a Comment