Ia lelah
Aku tahu itu
Tapi
Ia tak mengatakannya pada ku
Usianya tak lagi muda
Dibalut dengan kulit yang semakin
menipis
Pijakan yang tak lagi mantap
Dan langkah yang membuatku
melayang
Aku mengajaknya menikmati aspal
Malam ini
Bersama dengan jiwa ku yang
waspada
Di setiap detik, di setiap menit,
Ya, di setiap langkah
Aku mengajaknya menikmati
beceknya lumpur
Sehabis hujan yang datang dari
bumi
Mengembalikan berkahnya lagi ke
bumi
Malam ini
Jantung ini berdegup kencang
Mewanti-wanti jikalau nanti
dijalan
Ia tiada
Bernapas untuk yang
Terakhir kalinya
Berwasiat untuk yang
Kesekian kalinya
“
Masihkah kau bernafas ? “
-sepatu
tua dijalan becek berlumpur, hampir jebol-
18
agustus2013, 01:00
No comments:
Post a Comment