![]() |
| Gambar dari salah seorang adik hari Sabtu kemarin :') |
Ini kali
yang kedua Ammar menanyakan jam padaku. ‘Jam
09.20’ jawabku. Entahlah, apa yang ada dalam pikirannya, mungkin waktu
berjalan lambat baginya atau justru berjalan cepat. Tapi yang jelas aku mulai
letih dibalik kesenangan yang ku dapat. Baru sekitar satu jam aku mengajar tapi
sudah serasa berjam-jam disini.
Suasana
kelas hampir mencapai klimaksnya. Terpecah menjadi beberapa kelompok tak
beraturan. Ada yang asyik mengerjakan soal matematika yang diajarkan hari itu,
ada yang asyik memanjat tembok, ada yang sibuk dengan kertas gambar dan
crayonnya, bahkan sibuk mencari perlindungan dari mereka yang iseng. Yang jelas
aku, Ammar, Ka Rida dan David tidak sepi dari anak-anak yang mengerubungi kami.
Setiap orang memegang beberapa anak. Aku dan Ka Rida sibuk dengan mereka yang
meminta kami mengajari matematika, Ammar sibuk dengan mereka yang
memperhatikannya mengajar menggambar, dan David sibuk di depan pintu sambil
mencegah beberapa anak kabur dari kelas.
Entahlah,
kau dapat membayangkan suasana hari itu atau tidak. Tapi kau harus percaya,
beberapa kali petasan bunyi dari kelas kami. ‘Duar, Duar’… Aku tak tahu siapa yang membawanya dan iseng meledakkannya di
kelas. Aah, terima kasih wahai pemilik semesta alam, sebuah hadiah yang luar
biasa untuk ku hari ini.
bersambung..

No comments:
Post a Comment