Kekecewaan
itu tak akan pernah ada habisnya jika hanya kesempuranaan manusia yang kau
cari. Coba buka mata, Ia memberikan
banyak kejutan disekelilingmu ! Ya, syukurmu bisa kau temukan dimana saja.
Kotak itu
kuterima sekitar dua bulan yang lalu. Awalnya ku kira hanya sekadar kotak
kepanitiaan biasa dari 2012, ternyata setelah sebelas hari yang lalu aku
bertemu mereka, kotak itu bukan hanya dari angkatan 2012, tapi juga dari 2011.
Ketika kotak
itu perlahan-lahan terbuka, aku baru mengetahui beberapa isinya saja. Seorang
anak yang memang sudah cukup sering bertemu denganku dalam kepanitiaan dan
organisasi semenjak awal ketika menjadi maba, dua orang teman yang memang aku
kenal karena seangkatan denganku, kakak-kakak perkasa pembawa alat musik
marching band dan seorang mas-mas jawa yang sangat sopan. Aku cukup familiar
dengan wajah mereka tapi sayang tak tau siapa nama mereka satu per satu. Hadiah
yang cukup mengejutkan untuk ku. Entahlah, kedepannya akan jadi seperti apa aku
dan hadiah-hadiah ku itu.
Kau tau,
waktu berjalan begitu cepat, sebelas hari yang lalu aku baru saja bertemu
mereka dan aku masih bingung harus berbuat apa dengan hadiah-hadiahku itu tapi
setelah sebelas hari berlalu, lebih tepatnya adalah ketika hari terakhir aku
harus bersama mereka, aku tak ingin melepasnya. Sedetik pun. Haha, berlebihan
sih, tapi momen-momen bersama hadiah terbaik ku itu tak akan pernah ku lupakan.
***
Di hari
terakhir itu, aku terpaksa pulang ngambil karpet dengan dikawal pasukan yang
baru ku tau hari itu. Kakak cewek yang duduk disebelahku wajahnya cukup
familiar tapi aku tak tau namanya. Sedangkan sang pengkomando mobil namanya
sudah cukup familiar ditelinga hanya wujud aslinya saja yang belum pernah ku
lihat. Selama perjalanan aku tak banyak bicara, ya seperti biasa.. tapi setelah
ngobrol beberapa obrolan dengan kakak cewek itu heeem rasanya berbeda. Suasana
sudah mulai cair, dan aku mendapat satu bonus dari hadiah dalam box kepanitiaan
itu.
Setelah
acara berjalan dan mencapai puncaknya, rasanya aku ingin meledak. Memeluk
mereka satu per satu karena begitu perhatiannya mereka pada ku. Haha lagi-lagi
mungkin ini berlebihan, tapi semua kakak-kakak baru ku itu sungguh hebat dan
perhatian. Kami memang baru saling kenal tapi canda tawa itu seolah tak ingin
lepas menghiasi wajah kami sampai saat
malam semakin larut.
Senang
senang senang, semua kekecewaan ku pada dua kakak lain diluar sana tiba-tiba
sirna ditelan gelapnya langit malam itu. Hanya keceriaan kami yang menghiasi
pengpol malam itu, dan langit FISIP tentu saja.
***
Inilah satu
pelajaran lagi yang tak akan pernah ku lupakan.
‘ Kau tak
akan pernah tau keadaan dalam satu lingkungan dan orang-orang didalamnya
sebelum kau benar-benar masuk dan berinteraksi dengan mereka. Learn and know how then you’ll find the
reason.
Hanya
sedikit orang yang mau terjun ke dalam hal yang baru dan berinteraksi dengan
orang yang tidak satu simpul ikatan dengan mereka. Kalau pun ada, kebanyakan
dari mereka merasa tidak nyaman karena mereka tidak dapat menemukan kebahagiaan
tersembunyi dari ‘hadiah’itu.
Syukur itu
belum ada. Dan ekspektasi kesempuraan selalu menghantui. Coba kalau kau mau
mengorek-ngorek lebih dalam lagi dan bisa menemukan jauh lebih banyak
kebahagiaan dari hadiah itu, hem, maksudku pemaknaan dari hadiah itu, tentu kau
akan banyak bersyukur mengapa Ia memberi mu hadiah itu. ‘
***
Setelah ku
pikir lebih jauh, aku adalah salah satu orang yang beruntung Ia memberiku
hadiah itu. Entahlah, tapi sejak pertama kali menginjakkan kaki dan diterima
menjadi bagian dari mereka, selalu ada saja jalan yang lebih mendekatkan ku
pada mereka. Orang-orang yang seharusnya dan sampai kapan pun menjadi bagian
dari keluarga terbaikku. Baiklah, ini salah satu langkah agar aku semakin cinta
pada mereka.
Skenario-Nya
memang skenario terindah sepanjang perjalanan kehidupan kita, jika kau
memahaminya. Dan sekarang-ku rasa- aku cukup memahami mengapa Ia memberiku
kejutan di awal Ramadhan ini untuk mengenal mereka lebih..lebih..lebih.. dan
lebih jauh lagi.
***
Hadiah ini
adalah sebuah pelipur atas banyaknya kekecewaan yang ku tumpuk pada dua sosok
manusia yang kugantungkan ekspektasi besar ku pada mereka. Dan ini adalah
jawaban, bahwa seharusnya yang ada hanyalah saling melengkapi dan menutupi
masing-masing kekurangan. Bukan menggantungkan harapan besar pada dua manusia
yang tidak sempurna.
‘ And for the last .. we did it guys ! , always remember this..
Nobody’s perfect , we must complete it each other (: ‘
No comments:
Post a Comment