Sunday, July 14, 2013

Surprise!

- 13 Juli 2013-

Kekecewaan itu tak akan pernah ada habisnya jika hanya kesempuranaan manusia yang kau cari.  Coba buka mata, Ia memberikan banyak kejutan disekelilingmu ! Ya, syukurmu bisa kau temukan dimana saja.

Kotak itu kuterima sekitar dua bulan yang lalu. Awalnya ku kira hanya sekadar kotak kepanitiaan biasa dari 2012, ternyata setelah sebelas hari yang lalu aku bertemu mereka, kotak itu bukan hanya dari angkatan 2012, tapi juga dari 2011.

Ketika kotak itu perlahan-lahan terbuka, aku baru mengetahui beberapa isinya saja. Seorang anak yang memang sudah cukup sering bertemu denganku dalam kepanitiaan dan organisasi semenjak awal ketika menjadi maba, dua orang teman yang memang aku kenal karena seangkatan denganku, kakak-kakak perkasa pembawa alat musik marching band dan seorang mas-mas jawa yang sangat sopan. Aku cukup familiar dengan wajah mereka tapi sayang tak tau siapa nama mereka satu per satu. Hadiah yang cukup mengejutkan untuk ku. Entahlah, kedepannya akan jadi seperti apa aku dan hadiah-hadiah ku itu.

Kau tau, waktu berjalan begitu cepat, sebelas hari yang lalu aku baru saja bertemu mereka dan aku masih bingung harus berbuat apa dengan hadiah-hadiahku itu tapi setelah sebelas hari berlalu, lebih tepatnya adalah ketika hari terakhir aku harus bersama mereka, aku tak ingin melepasnya. Sedetik pun. Haha, berlebihan sih, tapi momen-momen bersama hadiah terbaik ku itu tak akan pernah ku lupakan.
***
Di hari terakhir itu, aku terpaksa pulang ngambil karpet dengan dikawal pasukan yang baru ku tau hari itu. Kakak cewek yang duduk disebelahku wajahnya cukup familiar tapi aku tak tau namanya. Sedangkan sang pengkomando mobil namanya sudah cukup familiar ditelinga hanya wujud aslinya saja yang belum pernah ku lihat. Selama perjalanan aku tak banyak bicara, ya seperti biasa.. tapi setelah ngobrol beberapa obrolan dengan kakak cewek itu heeem rasanya berbeda. Suasana sudah mulai cair, dan aku mendapat satu bonus dari hadiah dalam box kepanitiaan itu.

Setelah acara berjalan dan mencapai puncaknya, rasanya aku ingin meledak. Memeluk mereka satu per satu karena begitu perhatiannya mereka pada ku. Haha lagi-lagi mungkin ini berlebihan, tapi semua kakak-kakak baru ku itu sungguh hebat dan perhatian. Kami memang baru saling kenal tapi canda tawa itu seolah tak ingin lepas  menghiasi wajah kami sampai saat malam semakin larut.

Senang senang senang, semua kekecewaan ku pada dua kakak lain diluar sana tiba-tiba sirna ditelan gelapnya langit malam itu. Hanya keceriaan kami yang menghiasi pengpol malam itu, dan langit FISIP tentu saja.
***
Inilah satu pelajaran lagi yang tak akan pernah ku lupakan.
‘ Kau tak akan pernah tau keadaan dalam satu lingkungan dan orang-orang didalamnya sebelum kau benar-benar masuk dan berinteraksi dengan mereka. Learn and know how then you’ll find the reason.
Hanya sedikit orang yang mau terjun ke dalam hal yang baru dan berinteraksi dengan orang yang tidak satu simpul ikatan dengan mereka. Kalau pun ada, kebanyakan dari mereka merasa tidak nyaman karena mereka tidak dapat menemukan kebahagiaan tersembunyi dari ‘hadiah’itu.  
Syukur itu belum ada. Dan ekspektasi kesempuraan selalu menghantui. Coba kalau kau mau mengorek-ngorek lebih dalam lagi dan bisa menemukan jauh lebih banyak kebahagiaan dari hadiah itu, hem, maksudku pemaknaan dari hadiah itu, tentu kau akan banyak bersyukur mengapa Ia memberi mu hadiah itu. ‘
***
Setelah ku pikir lebih jauh, aku adalah salah satu orang yang beruntung Ia memberiku hadiah itu. Entahlah, tapi sejak pertama kali menginjakkan kaki dan diterima menjadi bagian dari mereka, selalu ada saja jalan yang lebih mendekatkan ku pada mereka. Orang-orang yang seharusnya dan sampai kapan pun menjadi bagian dari keluarga terbaikku. Baiklah, ini salah satu langkah agar aku semakin cinta pada mereka.

Skenario-Nya memang skenario terindah sepanjang perjalanan kehidupan kita, jika kau memahaminya. Dan sekarang-ku rasa- aku cukup memahami mengapa Ia memberiku kejutan di awal Ramadhan ini untuk mengenal mereka lebih..lebih..lebih.. dan lebih jauh  lagi.
***
Hadiah ini adalah sebuah pelipur atas banyaknya kekecewaan yang ku tumpuk pada dua sosok manusia yang kugantungkan ekspektasi besar ku pada mereka. Dan ini adalah jawaban, bahwa seharusnya yang ada hanyalah saling melengkapi dan menutupi masing-masing kekurangan. Bukan menggantungkan harapan besar pada dua manusia yang tidak sempurna.
‘ And for the last .. we did it guys ! , always remember this.. Nobody’s perfect , we must complete it each other (:



No comments: