Sunday, August 25, 2013

Bertanya pada Malam


Malam itu ada sebuah tanya yang menggelayuti pikiranku walaupun malam tak bertanya pada ku yang menggelayuti ayunan dibawah pohon . Aku bertanya pada malam yang bisu, pada bintang yang gugup dan pada bulan yang berdegup. Malam tak akan bicara, bintang pun mengunci rapat mulutnya dengan meredupkan sinar dan bulan tetap bersembunyi dibalik awan hitam – karena berdegup melihat aku yang bertanya padanya. Aku tetap bergelayut pada ayunan dibawah pohon, membisu, gugup dan berdegup.

Tanyaku adalah sebuah rindu. Tapi entah mengapa aku membisu, gugup dan berdegup. Langit tak menghakimi ku seperti mereka yang sibuk mencari argumentasi hingga membuat diri mereka sendiri membisu, gugup dan berdegup. Aku hanya merindu. Merindu padanya yang mungkin juga menatap langit dengan segala keanehannya malam ini. Bergelayut pada tanya dan ayunan dibawah pohon. Di payungi langit malam yang tak bertanya.


“ Apakah ia merindukan ku ? “ , tanyaku - Ia adalah sebuah rindu. Bagaimana aku tidak membisu, gugup dan berdegup ? Ia tak menjawab pertanyaanku. “ Apa kau rindu pada ku ? “ . apakah ia juga membisu gugup dan berdegup untuk menjawab ?  

No comments: