-Sekitar
pukul 13.15-
Ku
rasa kami terlalu polos untuk datang tepat waktu. 13.21, sudah hampir lima
belas menit tiba di tempat ini, aku dan keempat temanku yang tadi datang
bersama hanya duduk duduk, bercerita, asyik sendiri, tidak memperhatikan
panitia yang sibuk menyiapkan backdrop
dan segala macam printilan untuk acara.
Aku
membagi perhatianku pada dua hal, obrolan kami dan obrolan aku dengan orang
yang diseberang telepon selular ku. Di satu jeda obrolan kami di gubuk itu, sebuah
SMS masuk, orang itu membalas SMS ku yang sebelumnya ku kirimkan padanya. Aku
membacanya, tak ada yang mengetahuinya, sampai pada ketika aku ingin
membalasnya, memilih reply pada menu
telepon selular itu, ku dengar sedikit tawa tiba-tiba dari arah belakangku.
Syifa tersenyum-senyum melihatku dengan telepon selular itu,
‘ Hihihi..’
Aku
hanya memperhatikannya tertawa, tersenyum, dan kemudian baru memulai pertanyaan
, ‘ Kenapa Syif ?’ Aku semakin merasa
tak dapat menahan tawaku juga. Entah apa yang ingin membuatku tertawa aku pun tak paham - hanya ingin tertawa.
Syifa
masih tertawa, kemudian menjawab pertanyaanku ,’Haha Ka Lenggar siapa cha ?’
Aku
sempat tak dapat menjawab pertanyaannya beberapa saat, malah tawa ini yang
pecah.
‘Kenapa cha ?’ Tanya Syifa kemudian yang heran melihatku.
Aku
menarik napas. ‘ Huft, haha dia kabiro
aku syifa.’
Entahlah,
satu percakapan yang aneh. Aku tak tau apa yang ada dipikiran Syifa, yang jelas
ia membuatku agak salah tingkah.
***
berssambung..
No comments:
Post a Comment