Tuesday, July 9, 2013

Satu Detik dalam Hidupmu

oleh : Amalita Frantrini N, 6 Juli 2013

Time is money

Kemarin aku sudah mengeluhkan tentang aktivitas organisasi kampus yang cukup menyita waktu liburanku, dan ku pikir itu hal yang wajar. Aku kangen keluargaku. Merindukan saat-saat family time yang sebenarnya, family time bersama keluarga ku yang menemaniku sejak kecil. Sangat bahagia ketika aku tau, Ia mengabulkan keinginanku itu hari ini.

Jumlah keluarga besar ku semakin lama semakin bertambah seiring berjalannya waktu dan tentunya seiring bertambah tuanya usia kami, ya.. usia para sepupu ku, dan tentunya usia ku nanti ( ku rasa kau tau apa maksudku ). Dua sepupu tertuaku yang bergelar cucu pertama dan kedua eyang ku sudah menikah, satu diantaranya sudah punya anak yang lucu, haha ia menjadi keponakan pertama ku. Dan sepupu ku satu lagi usia pernikahannya baru menginjak tahun pertama bulan Juni kemarin.

Lalu pertanyaan sekarang, kenapa ku ceritakan tentang mereka ? Haha, hari ini kami berkumpul. Sebenarnya tidak semua keluarga besar ku kumpul hari ini, hanya anak pertama sampai anak ke empat eyang ku yang berkumpul hari ini, itu pun tidak full team semua anggota keluarga masing-masing dibawa, hanya aku, ibu ku, pakde pertama ku, pakde kedua ku+ bude+kaka ipar ku+anaknya , tante ku+suaminya+sepupuku dan istrinya. Kalau aku jelaskan sedetailnya kurasa cukup membosankan, jadi anggaplah kau sudah mengenal semua keluarga ku berikut jumlah masing-masing anaknya.
***
Kau pasti pernah merasakan yang namanya menunggu kan ? Bagaimana rasanya ? kesal ? atau senang ? penasaran ? atau menyebalkan ?. Menurutku, hal itu tergantung dari hal apa yang kau tunggu. Kalau kau menunggu seorang kawan yang janjian dengan mu melewati batas waktu yang telah dijanjikan tentu rasanya menyebalkan, menjengkelkan, dan segala macam perasaan kesal lainnya. Tapi, kalau kau menunggu seseorang yang sudah lama kau tunggu-tunggu kedatangannya, justru perasaan itu akan berbalik 180 derajat. Tak sabar. Penasaran. Bahkan bayangannya pun sudah membayangi mu kapan pun dan dimana pun kau berada. *eiiits, ini bukan masalah menunggu seseorang yang akan menemani hidupmu kedepannya ya*. Maksudku disini adalah menunggu seseorang dari jauh sana untuk bertemu kembali denganmu setelah sekian lama tak jumpa. Ya, itu yang aku rasakan hari ini.

Waktu lima bulan itu menurutku sudah cukup lama untuk tidak berjumpa dengan orang yang sangat kau sayangi. Dan hari ini, ketika kau tau kau akan berjumpa kembali dengannya pasti kau sangat senang bukan ? Itu pun yang aku rasakan. Hari ini aku akan bertemu dengan kakak ipar ku yang jauuuuh jauh dari Bengkulu yang kembali kesini untuk menemui dan melepas rindu dengan sang suami. Bukan aku tentunya suaminya, ku harap kau mempunyai logika yang cukup bersih dari tulisan kalimat ku tadi. Aku dekat dengannya, serasa aku mempunyai kakak perempuan yang sangat care dan luar biasa dalam segala hal – untuk alasan itu lah mengapa aku rindu sekali padanya.

Kau tau apa yang ku lakukan ? aku hampir saja tidak ingin menyalakan laptop menunggu kedatangan kakak itu, aku tak mau menyibukkan diri sendiri dan cuek terhadap kakak itu. Tapi, kau tau, apa yang ku lakukan kemudian ? menyalakan laptop dan cukup larut dengan kesibukkan surat menyurat. Hufffffft!!! Untungnya, itu tak berjalan lama, hanya beberapa saat dan aku pun bersama nya meluncur ke rumah eyang tercinta.

Entahlah hal ini merupakan hal yang lucu atau bukan, atau bisa saja kau menganggap ini hal yang aneh. Terserah. Inilah diriku, tak peduli seberapa banyak orang yang mungkin akan menganggapku aneh dengan hal yang akan kuceritakan setelah ini tapi kau perlu mencatat ini baik-baik , ‘aku hidup dalam dunia kecilku, saat orang lain menganggapku ada diantara mereka, itu sudah cukup bagiku. Tidak semua orang bisa memasuki dan mengomentari jalur-jalur pribadi yang hanya aku dan diriku sendiri yang memahaminya.’  Aku selalu (membayangkan untuk) mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bertemu seseorang yang aku rindukan. Mencoba bersikap hangat, humoris, dan beragam sikap lainnya yang menurutku perfect. Tapi itu hanya sebatas angan-angan dan tenggelam begitu saja dalam pikiran ku. Paham kan maksud ku dengan mengkorelasikan apa yang ku ceritakan sebelumnya ?
***
Well, apa pun kegagalan hari ini yang kulakukan, atau seburuk apa pun penyambutan pada tamu yang sebenarnya aku rindu-rindukan kedatangannya itu, tentu ada satu hikmah yang bisa ku ambil. Walaupun kau punya sedetik waktu luang untuk keluarga mu, kau akan merasakan seperti punya beribu tahun yang tak akan pernah bosan kau habiskan bersama mereka. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang tidak akan pernah berulang dan tidak akan pernah kau tau akan menjadi seperti apa kejadian itu mungkin tanpa kehadiran dirimu. Kau tak akan pernah merugi ketika kau bersama mereka, menyempatkan bercanda tawa dengan mereka, atau bahkan hanya sekadar duduk diam, bermain handphone dan sedikit-sedikit menguping pembicaraan para orang tua. Ya, lucu sebenarnya jika dipikir-pikir. Maksudku, itu akan menjadi kenangan tersendiri jika kau mengingatnya suatu hari nanti. Entah kapan pun itu.

Dan hari ini, semangat itu kembali terisi walaupun belum penuh 100 %.  Biarkanlah semangat yang hampir habis ini terisi lagi dari keluarga besarku, bukan dari mereka yang menuntut aku datang dan mengosongkan tanggal untuk kegiatan kampus hari ini. Aku optimis, besok semangat itu akan kembali terisi dan mencapai titik klimaksnya.
Aku merindukan dan akan selalu merindukan saat-saat seperti ini hingga kapan pun.
***




No comments: