Time
is money
Kemarin aku
sudah mengeluhkan tentang aktivitas organisasi kampus yang cukup menyita waktu
liburanku, dan ku pikir itu hal yang wajar. Aku kangen keluargaku. Merindukan
saat-saat family time yang sebenarnya, family time bersama keluarga ku yang
menemaniku sejak kecil. Sangat bahagia ketika aku tau, Ia mengabulkan
keinginanku itu hari ini.
Jumlah
keluarga besar ku semakin lama semakin bertambah seiring berjalannya waktu dan
tentunya seiring bertambah tuanya usia kami, ya.. usia para sepupu ku, dan
tentunya usia ku nanti ( ku rasa kau tau apa maksudku ). Dua sepupu tertuaku
yang bergelar cucu pertama dan kedua eyang ku sudah menikah, satu diantaranya
sudah punya anak yang lucu, haha ia menjadi keponakan pertama ku. Dan sepupu ku
satu lagi usia pernikahannya baru menginjak tahun pertama bulan Juni kemarin.
Lalu
pertanyaan sekarang, kenapa ku ceritakan tentang mereka ? Haha, hari ini kami
berkumpul. Sebenarnya tidak semua keluarga besar ku kumpul hari ini, hanya anak
pertama sampai anak ke empat eyang ku yang berkumpul hari ini, itu pun tidak
full team semua anggota keluarga masing-masing dibawa, hanya aku, ibu ku, pakde
pertama ku, pakde kedua ku+ bude+kaka ipar ku+anaknya , tante
ku+suaminya+sepupuku dan istrinya. Kalau aku jelaskan sedetailnya kurasa cukup
membosankan, jadi anggaplah kau sudah mengenal semua keluarga ku berikut jumlah
masing-masing anaknya.
***
Kau pasti
pernah merasakan yang namanya menunggu kan ? Bagaimana rasanya ? kesal ? atau
senang ? penasaran ? atau menyebalkan ?. Menurutku, hal itu tergantung dari hal
apa yang kau tunggu. Kalau kau menunggu seorang kawan yang janjian dengan mu
melewati batas waktu yang telah dijanjikan tentu rasanya menyebalkan,
menjengkelkan, dan segala macam perasaan kesal lainnya. Tapi, kalau kau
menunggu seseorang yang sudah lama kau tunggu-tunggu kedatangannya, justru
perasaan itu akan berbalik 180 derajat. Tak sabar. Penasaran. Bahkan
bayangannya pun sudah membayangi mu kapan pun dan dimana pun kau berada.
*eiiits, ini bukan masalah menunggu seseorang yang akan menemani hidupmu
kedepannya ya*. Maksudku disini adalah menunggu seseorang dari jauh sana untuk
bertemu kembali denganmu setelah sekian lama tak jumpa. Ya, itu yang aku
rasakan hari ini.
Waktu lima
bulan itu menurutku sudah cukup lama untuk tidak berjumpa dengan orang yang
sangat kau sayangi. Dan hari ini, ketika kau tau kau akan berjumpa kembali
dengannya pasti kau sangat senang bukan ? Itu pun yang aku rasakan. Hari ini
aku akan bertemu dengan kakak ipar ku yang jauuuuh jauh dari Bengkulu yang
kembali kesini untuk menemui dan melepas rindu dengan sang suami. Bukan aku
tentunya suaminya, ku harap kau mempunyai logika yang cukup bersih dari tulisan
kalimat ku tadi. Aku dekat dengannya, serasa aku mempunyai kakak perempuan yang
sangat care dan luar biasa dalam segala hal – untuk alasan itu lah mengapa aku
rindu sekali padanya.
Kau tau apa
yang ku lakukan ? aku hampir saja tidak ingin menyalakan laptop menunggu
kedatangan kakak itu, aku tak mau menyibukkan diri sendiri dan cuek terhadap
kakak itu. Tapi, kau tau, apa yang ku lakukan kemudian ? menyalakan laptop dan
cukup larut dengan kesibukkan surat menyurat. Hufffffft!!! Untungnya, itu tak
berjalan lama, hanya beberapa saat dan aku pun bersama nya meluncur ke rumah
eyang tercinta.
Entahlah hal
ini merupakan hal yang lucu atau bukan, atau bisa saja kau menganggap ini hal
yang aneh. Terserah. Inilah diriku, tak peduli seberapa banyak orang yang
mungkin akan menganggapku aneh dengan hal yang akan kuceritakan setelah ini
tapi kau perlu mencatat ini baik-baik , ‘aku
hidup dalam dunia kecilku, saat orang lain menganggapku ada diantara mereka,
itu sudah cukup bagiku. Tidak semua orang bisa memasuki dan mengomentari
jalur-jalur pribadi yang hanya aku dan diriku sendiri yang memahaminya.’ Aku selalu (membayangkan untuk) mempersiapkan
diri sebaik mungkin untuk bertemu seseorang yang aku rindukan. Mencoba bersikap
hangat, humoris, dan beragam sikap lainnya yang menurutku perfect. Tapi itu
hanya sebatas angan-angan dan tenggelam begitu saja dalam pikiran ku. Paham kan
maksud ku dengan mengkorelasikan apa yang ku ceritakan sebelumnya ?
***
Well, apa
pun kegagalan hari ini yang kulakukan, atau seburuk apa pun penyambutan pada
tamu yang sebenarnya aku rindu-rindukan kedatangannya itu, tentu ada satu
hikmah yang bisa ku ambil. Walaupun kau punya sedetik waktu luang untuk keluarga
mu, kau akan merasakan seperti punya beribu tahun yang tak akan pernah bosan
kau habiskan bersama mereka. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang tidak akan
pernah berulang dan tidak akan pernah kau tau akan menjadi seperti apa kejadian
itu mungkin tanpa kehadiran dirimu. Kau tak akan pernah merugi ketika kau
bersama mereka, menyempatkan bercanda tawa dengan mereka, atau bahkan hanya
sekadar duduk diam, bermain handphone dan sedikit-sedikit menguping pembicaraan
para orang tua. Ya, lucu sebenarnya jika dipikir-pikir. Maksudku, itu akan
menjadi kenangan tersendiri jika kau mengingatnya suatu hari nanti. Entah kapan
pun itu.
Dan hari
ini, semangat itu kembali terisi walaupun belum penuh 100 %. Biarkanlah semangat yang hampir habis ini
terisi lagi dari keluarga besarku, bukan dari mereka yang menuntut aku datang
dan mengosongkan tanggal untuk kegiatan kampus hari ini. Aku optimis, besok
semangat itu akan kembali terisi dan mencapai titik klimaksnya.
Aku
merindukan dan akan selalu merindukan saat-saat seperti ini hingga kapan pun.
***
No comments:
Post a Comment