Saat aku hampir terjatuh
Aku lelah.
Lelah dengan semua postingan tentang milad untuk beberapa waktu terakhir.
Seorang kadep yang paling rajin memposting ucapan milad untuk anak-anaknya kali
ini memposting yang terbaru. Bukan Alizeti, tapi ia cukup sering memposting dan
mengungkapkan rasa sayangnya pada anak-anaknya. Di satu titik pertemuan pikiran
ini, aku mengeluh pada seseorang nan jauh disana ,
‘ Ia tak pernah memposting apa pun untuk
anak-anaknya. Bahkan di grup internal kami, malahan aku yang mempostnya. Ia tak
pernah ingat dan mengingatkan kami .’
Dan pada seorang lain di bumi
ini,
‘ Ia mengingatkan, tapi tak ada sesuatu
spesial yang ia berikan. Aku ingin menunjukkan postingan-postingan ini padanya,
postingan Alizeti.. tapi apa ia akan memperhatikan ? Cukup sering aku
menunjukkan banyak hal padanya dan selalu berakhir pada ‘pelemparan’ wacana
saja. Dan takut ini akan terulang seperti itu.’
Untuk yang
satu ini heem, mungkin karena ia bukan orang yang ekspresif untuk menunjukkan
rasa sayangnya, atau paling tidak rasa syukurnya karena Tuhan mengirimkan kami
padanya jadi cenderung sederhana saja, SMS Reminder. Tapi kenapa aku takut jika
ia menyuruhku membuat postingan-postingan milad untuk yang lain? Padahal di
tempat lain, aku getol membuat
postingan sejenis itu.
Ah, Tuhan.. secara tak sadar kau membukakan mata hati ku.. Aku
harus berpikir dan bertindak adil mulai saat ini, ya, paling tidak mulai saja
dari ku sendiri – menyayangi mereka dengan cara ku.
*
bersambung..
No comments:
Post a Comment