Saturday, August 3, 2013

Panggilan Rindu


Kembali membuka cerita yang sudah selesai
Ternyata.. Masih ada lembaran kosong untuk melanjutkannya
Tinta ini masih cukup untuk menulis
Bahkan, pada saatnya nanti menggoreskan cerita bersama
Dalam satu pena
Mungkin saja..

Aku berjalan di belakang wanita-wanita yang memiliki kecantikan alami
Menutupi diriku sendiri agar tak terlihat oleh ia yang ku tunggu kehadirannya
Tapi tak kuharap interaksi dengannya..

Tapi apa daya
Matanya lebih tajam dari sorotan elang
Ia memanggilku
Menyapa dengan iseng
Dengan senyum nakalnya
Dan berujung pada perdebatannya dengan seorang kawan yang membelaku
Terima kasih, ujarku dalam hati..

Aku menyingkir dari mereka
Menjauh
Dan mencoba berkata ‘ Tuhan tolong jauhi aku darinya’

Lima menit, Sepuluh menit
Aku mengobrol, bersenda gurau dengan yang lain
Tak menginginkan ia melihatku
Atau menyapaku lagi
Tidak! Tolong jangan!
Menjauhlah!

Setengah jam, satu jam
Arloji menunjukkan pukul tiga sore
Jarak antara kami segaris lurus
Aku berada di ujung lapangan ia ditengah
Garis itu memang tak ada.. aku hanya membuatnya saja

Ia mengambil sebuah mikrofon
Mengajak kami untuk ke tengah
Ia menjadi master of ceremony hari itu
Aku hanya geleng-geleng kepala
Mengingat akan sejuta tindakan aneh yang mungkin akan ia lakukan
Ah, tidak, bukan mungkin, pasti ia lakukan
Seperti biasa..

Satu dua kali tak ada yang menggubris panggilannya
Satu dua orang pun ia panggil sampai pada satu ketika..
Ia memanggil namaku , ya, memanggilku..
Seolah ia tak tahu lagi harus memanggil siapa

Hey! Kau memanggilku?
Ada apa gerangan?
Hati ini tersenyum entah mengapa
Itu sebenarnya hanya sapaan biasa, tapi.. kau ingat ?
Ya, ingatkah kau dengan
Sejuta kisah dingin ku dengannya sejak pertemuan terakhir waktu itu ?
Sejuta kenangan yang ingin kita lupakan ?
Sejuta cerita yang ingin kita sembunyikan ?
Dan sejuta kernyitan senyuman yang meledek dibelakang kami ketika kami mengobrol  ?
Bagaimana tidak aku ingin melupakannya..

Tapi hari ini, ia menyapaku
Memanggil namaku walau hanya sapaan biasa yang menggema
Mungkin orang tak menyadari
tapi semoga menjadi satu isyarat baik
untuk memulai lagi cerita ini..

Memanggil satu sama lain dengan hangat
Walau tak akan menjadi satu kisah menggembirakan lagi
Walau tak akan bisa sama detak jantung ini seperti dulu ketika kau memanggil namaku..
dan
Walau tak sehangat panggilan rindu kau dengan nya
Aku akan terus mengenangnya sejak badai menghanyutkan cerita kita

-satu cerita ketika Ia menyapa-
3 Agustus 2013



No comments: