Dan hati ku pun bergetar..
Percakapan
ini, antara Dia dan Alizeti mengantarkan ku pada sebuah gerbang syukur yang
luar biasa besar padaMu, pada setiap detik dalam hidup ini, pada setiap orang
yang kau kirim untuk memperindah hidupku.
Dia : “
Kalau dipikir kenapa gue masuk kegiatan rohis kayak gini ya ?”
Alizeti : “
Iya, ya kenapa gue masuk salam. Padahal sama sekali ga ada rencana untuk masuk
salam.”
Dia :
“Begitulah manusia hanya bisa berencana, kalau Allah menakdirkan terjadi dan
terjadilah."
Ya, benar,
jika Allah menakdirkan terjadi maka terjadilah. Begitu pun dengan pertemuan
kita. Ia menakdirkan kalian bertemu aku, aku bertemu kalian,.. orang yang
sebelumnya tak pernah ada dalam rencana hidupku bahkan untuk sekadar
membayangkan dan tau nama. Ia menakdirkan aku menjadi bagian dari hidup kalian,
kalian menjadi bagian dari hidup ku – inilah jalannya - mengenal kalian,
menyayangi kalian.. menjadi salah satu takdir yang harus ku penuhi.
Menjadi
bagian dari satu cerita kehidupan – antara aku dan kalian - dimana Ia memberikan banyak kejutan untuk
kita. Menjadi perantara satu sama lain atas ungkapan cintaNya yang tak bisa
dilukiskan dengan kata-kata.
Ya, syukuri
saja aku mewarnai hidupmu, tersenyumlah.. karena aku pun akan tersenyum bersama
mu.
*
Hanya selang
beberapa detik dari percakapan singkat yang kubaca itu, dada ku bergetar, Ia
membisikkan kata-kata cintaNya padaku. Benar-benar membuat otak ini memutar
kembali memori-memori yang telah kita lewati bersama. Potret kebersamaan saat
kita tertawa, kesal, sedih, semua terangkat kembali.
Ia membuatku
berpikir jika pertemuan dengan kalian bukanlah sesuatu yang harusnya ditakuti
melainkan disyukuri karena mungkin Ia menitipkan sesuatu kejutan, satu ungkapan
sayang yang bisa melebihi ungkapan sayang seorang Alizeti pada anak-anaknya.
*
Rengekkan
itu muncul mungkin karena waktunya belum tepat, untukku menerima hadiah dan
ungkapan sayang. Jadi.. ya, aku harus bersabar. Ia tak akan pernah salah
memberi sebuah hadiah, skenarioNya tak akan pernah meleset. Ya, tunggulah,
pasti akan ada sebuah spasi yang tepat untuk melanjutkan cerita dan kebahagiaan
hidupku ini..
-22 Ramadhan 1434 H-
Satu cerita dibalik satu tweet
tiba-tiba
Mungkin tidak kalian mengerti
seutuhnya
Barangkali kalian lebih mengerti
yang ini daripada cerita diatas..
‘ Uhibbukum fillah..Terima kasih telah menjadi perantaraNya yang
memberiku banyak kejutan dan membuat hidup ini lebih berwarna dengan
warna-warni yang berbeda yang tak dimiliki orang lain selain aku. Aku
menyadari, bahwa ternyata aku pun mempunyai sosok Alizeti yang menyayangiku,
Alizeti yang unik, yang berbeda, yaa.. apa adanya kalian.
Terima kasih karena selama lima bulan ini bersedia menampungku,
Maaf jika masih banyak sifat kekanakkan yang merepotkan,
Maaf belum bisa menjadi sesuatu yang mungkin kalian harapkan,
Maaf jika belum bisa menjadi teman, adik dan staf yang baik untuk
kalian.’
***
-SELESAI-
No comments:
Post a Comment